ACEH (SJN.Com) – Kondisi jalan di kawasan KKA (Kertas Kraft Aceh) kembali menuai sorotan tajam. Jalan yang menjadi penghubung penting antar wilayah di Aceh itu kini rusak parah, dipenuhi lubang besar dan badan jalan yang terkelupas, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan setiap hari.
Ironisnya, hingga menjelang arus mudik Idul Fitri 2026, Pemerintah Provinsi Aceh dinilai belum menunjukkan langkah nyata untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Ketua Taruna Merah Putih, Prima Muda, menilai sikap pemerintah provinsi terhadap kondisi jalan KKA seolah menunjukkan ketidakpedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Kerusakan jalan KKA ini bukan baru terjadi kemarin. Sudah lama masyarakat mengeluhkan kondisi ini. Tapi sampai hari ini tidak ada langkah serius dari Pemprov Aceh. Ini seperti pemerintah memilih tutup mata dan tutup telinga terhadap penderitaan masyarakat,” tegas Prima Muda, Minggu (15/03/2026).
Menurutnya, jalan KKA merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga mobilitas antar kabupaten. Namun kini, pengguna jalan setiap hari harus menghadapi risiko kecelakaan akibat lubang besar dan kerusakan yang tersebar di banyak titik.
Ia menilai pemerintah provinsi tidak seharusnya terus berlindung di balik alasan birokrasi atau proses administrasi, sementara masyarakat harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas.
“Kalau jalan penghubung antar kabupaten saja dibiarkan hancur seperti ini, lalu di mana tanggung jawab pemerintah provinsi? Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah hanya hadir saat seremonial, tetapi abai terhadap persoalan nyata yang dihadapi rakyat,” ujarnya.
Prima Muda juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Terlebih lagi, dalam waktu dekat masyarakat akan memasuki momentum Idul Fitri 2026, di mana arus kendaraan dipastikan meningkat tajam karena aktivitas mudik dan mobilitas warga.
“Menjelang hari raya, tentu mobilitas masyarakat meningkat. Jika kondisi jalan tetap rusak seperti ini, risiko kecelakaan akan semakin besar. Pemerintah tidak boleh menunggu sampai ada korban,” katanya.
Karena itu, Taruna Merah Putih mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera turun langsung melihat kondisi jalan KKA di lapangan dan mengambil tindakan konkret.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan dikhawatirkan akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Pemprov Aceh jangan bermain-main dengan keselamatan masyarakat. Jalan ini setiap hari dilalui warga. Apalagi menjelang Idul Fitri. Kalau sampai terjadi kecelakaan akibat kerusakan jalan yang dibiarkan, maka pemerintah harus bertanggung jawab,” tutup Prima Muda.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya menghubungi Pemerintah Provinsi Aceh untuk meminta klarifikasi terkait kondisi Jalan KKA serta langkah penanganan yang akan diambil. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang diberikan.(Hendri)***



