Dimasa Fenomena Panic Buying, SPBU Jangan Berkhianat!! Rakyat Antre Berjam-jam, BBM Melimpah di Eceran, Darimana Asalnya?

Ilustrasi Antrean panjang kendaraan masyarakat saat mengisi BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Bener Meriah, sementara di sejumlah titik penjualan BBM eceran justru terlihat melimpah dengan harga lebih tinggi dari ketentuan, foto/dok - Suarajurnalisnews.com 
Ilustrasi Antrean panjang kendaraan masyarakat saat mengisi BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Bener Meriah, sementara di sejumlah titik penjualan BBM eceran justru terlihat melimpah dengan harga lebih tinggi dari ketentuan, foto/dok - Suarajurnalisnews.com 

Bener Meriah (SJN.Com) — Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) tengah melanda masyarakat Kabupaten Bener Meriah. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, masyarakat rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM, Kamis (05/03/26).

Namun kondisi ini justru memunculkan ironi yang menimbulkan kecurigaan publik. Saat para penjual BBM eceran dadakan justru bermunculan di berbagai sudut wilayah dengan stok yang melimpah.

Yang lebih mencurigakan, sebagian besar BBM yang dijual secara eceran tersebut diduga kuat merupakan BBM subsidi, yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga  AKIBAT HUKUM TIDAK MEMBAYAR NAFKAH OLEH PEMOHON DALAM PERKARA CERAI TALAK

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, bagaimana mungkin BBM subsidi yang seharusnya dijual resmi di SPBU justru beredar luas di tangan para pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi?

Bagaimana bisa  BBM eceran tiba tiba melimpah?, maka publik berhak mempertanyakan kemungkinan adanya kebocoran distribusi atau bahkan permainan oknum yang memanfaatkan situasi panic buying untuk meraup keuntungan.

Baca Juga  “Bantuan untuk Rakyat, atau Keuntungan untuk Elit?”

Kondisi ini dikhawatirkan membuka ruang bagi praktik mafia BBM yang memanfaatkan kelangkaan untuk memainkan harga di tingkat masyarakat.

Masyarakat pun mempertanyakan peran pengawasan aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait dalam memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan. Tanpa pengawasan yang ketat, kondisi seperti ini berpotensi terus berulang dan merugikan masyarakat kecil.

SPBU sebagai penyalur resmi BBM juga diingatkan untuk tidak bermain-main dengan distribusi bahan bakar, terlebih BBM subsidi yang merupakan hak masyarakat.

Baca Juga  Anggota DPR Aceh Dapil 4, Salwani, SKM Gelar Reses dan Buka Puasa Bersama Warga di Huntara Desa Wonosobo

“Jangan sampai masyarakat dipaksa antre panjang, sementara BBM yang seharusnya mereka dapatkan justru bocor ke tangan pengecer,” keluh salah seorang warga.

Publik berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pengawasan dan penelusuran distribusi BBM di lapangan. Jika memang ditemukan adanya praktik penyimpangan atau permainan dari oknum tertentu, maka tindakan tegas harus segera diambil.

SPBU jangan berkhianat terhadap masyarakat.
BBM subsidi adalah hak rakyat, bukan ladang permainan para mafia.(H)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *