SAAT GAJAH PUTIH MEMBANGUN JEMBATAN: TNI DAN RAKYAT LINGE BUKTIKAN SEJARAH BERULANG

Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, telah rampung 100 persen. Jembatan hasil kolaborasi TNI, Satgas Rehab Rekon Kemendagri, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi akses vital bagi ratusan warga.
Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, telah rampung 100 persen. Jembatan hasil kolaborasi TNI, Satgas Rehab Rekon Kemendagri, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi akses vital bagi ratusan warga.

ACEH TENGAH (SJN.Com) –  2 Agustus 2026 — Jika dahulu Gajah Putih adalah simbol kekuatan dan peradaban Kerajaan Linge, maka hari ini semangat yang sama hidup kembali. Di tanah para leluhur, TNI bersama Rakyat membuktikan bahwa pengabdian tidak pernah padam.

Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, semangat _“Bersama Rakyat TNI Kuat”_ kembali dibuktikan. Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, resmi rampung 100% dan siap diresmikan.

Pembangunan yang dimulai sejak 6 April 2026 ini adalah hasil sinergi nyata TNI, Satgas Rehab Rekon Kemendagri, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pasca bencana.

Dari Viral Berbahaya Menjadi Lambang Kejayaan Baru

Dahulu, warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai selebar 90 meter dengan tali sling. Video anak-anak sekolah melintas di atasnya sempat viral dan menjadi luka bangsa.

Baca Juga  Gaji Raib, DLH Aceh Tengah dalam Bayang-Bayang Skandal Anggaran

Kini, luka itu sembuh. Berdiri gagah jembatan baja sepanjang 110 meter, lebar 1,2 meter, daya dukung 1 ton di atas Hulu DAS Jambo Aye, jantung Kemukiman Jamat.

“Ini adalah bukti nyata kehadiran TNI untuk rakyat. Kami tidak hanya menjaga, tapi juga membangun. Jembatan ini adalah wujud komitmen kami memastikan masyarakat di pelosok hidup aman dan sejahtera” tegas Letkol Czi Rudy Haryanto, Dandim 0106/Aceh Tengah.

Kekuatan 12 Prajurit dan Gotong Royong Rakyat

Dalam 4 bulan, 12 Prajurit Yonzipur TP 854/DK, Koramil 05/Linge, dan masyarakat merampungkan seluruh pekerjaan. 100 batang besi, 320 sak semen, 30 truk material diangkut dengan keringat dan semangat juang.

Jembatan ini kini menjadi nadi kehidupan bagi:

1. 335 jiwa / 97 KK Desa Reje Payung

Baca Juga  HIMA-ATE Gelar Aksi Damai di Simpang Lima Takengon

2. 410 jiwa / 131 KK Desa Jamat

3. Ratusan siswa SDN 10 Linge yang kini melangkah ke sekolah tanpa rasa takut

Gajah Putih: Dari Simbol Perang ke Simbol Pembangunan

Kemukiman Jamat adalah tanah bersejarah. Ini adalah bagian dari jalur peradaban Kerajaan Linge, cikal bakal tanah Gayo.

Dahulu, Gajah Putihadalah identitas pertahanan, kebesaran, dan wibawa Panglima. Hari ini, Gajah Putih hidup kembali bukan di medan perang, tapi di medan pembangunan. Ia menjadi identitas kultural rakyat Gayo sekaligus semangat TNI Kodam Iskandar Muda dalam mengabdi.

“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa negara hadir sampai ke desa paling ujung. Kolaborasi TNI, Masyarakat, dan Satgas Rehab Rekon Kemendagri adalah _best practice_ percepatan pembangunan di wilayah terdampak bencana” ujar Zamzam Mubarak, Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri Satgas Rehab Rekon Aceh.

Baca Juga  Satreskrim Polres Aceh Tengah Tangkap Pelaku Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur

Sejarah Berlanjut, Senyum Kembali

Dulu Gajah Putih mengantarkan para raja. Kini Gajah Putih mengantarkan anak-anak sekolah, petani, dan harapan 745 jiwa warga Linge menuju masa depan.

Jelang Hari Kemerdekaan ke-81, anak-anak Kemukiman Jamat kembali ceria. Tangis dan rasa khawatir orang tua telah berganti menjadi keceriaan dan rasa aman. Kemerdekaan sejati adalah ketika anak bangsa bisa sekolah dengan tenang.

Apresiasi tinggi juga disampaikan Dr. Safrizal ZA, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh atas selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Linge ini.

“Ini bukti kerja kolaborasi TNI dan masyarakat. Semoga semangat ini menjadi pemicu percepatan Rehab Rekon di seluruh wilayah Aceh” tegasnya.

Syukuran dan Peresmian Jembatan akan dilaksanakan Senin, 3 Agustus 2026 oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Linge.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *