Dugaan Laporan Palsu Menguat, Hasil Investigasi Media:Kasus Pelecehan Seksual Anak Di Bawah Umur RN Mengarah pada Skenario Jebakan dan Fitnah.

Takengon — Sabtu, 19 September 2026. Kasus dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur yang menjerat pemuda berinisial RN (32) di Kabupaten Aceh Tengah kini berbalik arah. Berdasarkan hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh SCNews.co.id bersama sejumlah media lainnya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kecamatan Lut Tawar, dugaan laporan palsu dan upaya fitnah untuk menjebak RN semakin menguat.

Pihak kepolisian dan sejumlah saksi kunci kini tengah mendalami bukti-bukti baru yang mengindikasikan bahwa tuduhan pemerkosaan sebanyak tiga kali yang dilayangkan oleh RA (orang tua korban) bertolak belakang dengan fakta di lapangan.

Kesaksian Kunci Tetangga TKP

Penelusuran media di lokasi mengungkap fakta baru dari seorang wanita paruh baya yang merupakan tetangga terdekat. Keluarga RA sendiri diketahui sebagai warga baru yang baru pindah satu hari ke desa tersebut atas rekomendasi saksi ini.

Baca Juga  Ratusan Warga Ketol Demo Pemkab Aceh Tengah, Tuntut Penanganan Serius Pascabencana

Saksi mata menjelaskan bahwa pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 13.30 WIB, ia sempat mendatangi rumah kontrakan RA karena merasa bertanggung jawab sebagai orang yang merekomendasikan rumah tersebut. Di sana, ia melihat RN sedang berdiri di luar rumah dan anak RA sedang duduk di dalam rumah dalam kondisi beraktivitas biasa.

“Saya sempat berkomunikasi sekitar 10 menit dengan mereka berdua. Tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali. Rumahnya terbuka,” ujar wanita paruh baya tersebut kepada SCNews.co.id.

Setelah memastikan situasi aman, ia kembali ke rumahnya yang hanya berjarak 15 meter dari TKP.

Baca Juga  PDI Perjuangan dan BMI Kembali Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban Bencana

Kejanggalan Teriakan Jam 2 Malam

Saksi mengaku sangat terkejut ketika suasana berubah drastis pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

 Ia terbangun karena mendengar teriakan histeris dari ibu anak tersebut, disusul bisikan dari tetangga lain yang mengklaim telah terjadi pemerkosaan.

Skenario ini memperkuat dugaan adanya rekayasa, mengingat RN sebelumnya mengaku sempat pulang dengan diantar oleh RA pada sore hari, lalu kembali berkunjung atas dasar pertemanan hingga pukul 21.00 WIB tanpa ada keributan apa pun.

Penyerangan RN di Pagi Hari

Kejanggalan berikutnya berlanjut pada Senin pagi. RN yang tidak tahu bahwa dirinya telah dilaporkan ke polisi, datang kembali ke rumah RA dengan iktikad baik.

Baca Juga  PASAK OPAT NENGGERI LINGE SERAHKAN NASKAH AKADEMIK QANUN ADAT GAYO: SEJARAH BARU LEGISLASI ACEH TENGAH DIMULAI

Namun, setibanya di lokasi, RN langsung dipukul oleh RA di hadapan warga dan aparat kampung.

Melihat situasi yang tidak kondusif dan anarki, saksi paruh baya tersebut bergegas mengamankan anak RA ke dalam rumahnya sendiri untuk meredam suasana.

Sementara itu RA orang tua dari anak yang di duga korban pelecehan trus menghindar pada saat awak media meminta waktu untuk memberikan klarifikasi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian Polres Aceh Tengah terus memeriksa sinkronisasi data hasil investigasi lapangan ini dengan laporan awal pelapor.

SCNews.co.id akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga fakta hukum seutuhnya terungkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *