Tagore Lantik Ramatsyah Pimpin Tirta Bengi, Tantangan Besar Menanti: Air Bersih dan PAD Jadi Sorotan

Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar melantik Ramatsyah, ST sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bengi periode 2026–2031 di ruang kerja Bupati, Rabu (16/9/2026).
Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar melantik Ramatsyah, ST sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bengi periode 2026–2031 di ruang kerja Bupati, Rabu (16/9/2026).

BENER MERIAH (SJN.Com) — Perumda Air Minum Tirta Bengi Kabupaten Bener Meriah memasuki babak baru. Ramatsyah, ST resmi dilantik sebagai Direktur Utama untuk masa jabatan 2026–2031, dengan tuntutan utama memperkuat pelayanan air bersih sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan daerah.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar di ruang kerja Bupati, Rabu (16/9/2026). Pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bener Meriah Nomor 800/482/SK/2026.

Dalam arahannya, Tagore menegaskan bahwa posisi Direktur Utama Tirta Bengi bukan sekadar jabatan manajerial. Perumda memiliki tanggung jawab langsung terhadap salah satu kebutuhan dasar masyarakat, yakni akses terhadap air bersih.

Baca Juga  DPRK Bener Meriah Resmi Bentuk Pansus Penanggulangan Bencana 2026

Karena itu, manajemen baru diminta tidak hanya mengejar aspek bisnis, tetapi memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara layak, lancar dan berkelanjutan.

“Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, utamakan kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” pesan Tagore.

Sejumlah persoalan internal juga menjadi perhatian. Tagore meminta manajemen melakukan pembenahan, terutama terhadap jaringan distribusi, pemeliharaan infrastruktur, penanganan kebocoran serta penertiban sambungan pelanggan yang tidak sesuai ketentuan.

Baca Juga  Kepala Dinas Pendidikan Aceh Rotasi Enam Kepala Sekolah di Bener Meriah, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Menurutnya, efisiensi menjadi salah satu kunci untuk memperbaiki kesehatan perusahaan.

“Efisiensi harus menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesehatan perusahaan,” tegasnya.

Di sisi lain, Ramatsyah juga dituntut memperluas cakupan pelayanan. Masih adanya masyarakat yang membutuhkan akses air bersih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui perencanaan, inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Selain pelayanan publik, Tirta Bengi juga memiliki mandat sebagai badan usaha milik daerah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tagore berharap peningkatan tata kelola perusahaan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Dengan demikian, Tirta Bengi tidak hanya mampu memperbaiki kinerja internal, tetapi juga memberi dampak terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga  Menakar Transparansi BCKS dan Rapuhnya Integritas Disdik Bener Meriah

Kepemimpinan Ramatsyah selama periode 2026–2031 kini berada di bawah sorotan publik. Tantangannya bukan hanya menjaga operasional perusahaan, tetapi membuktikan bahwa pembenahan manajemen dapat dirasakan langsung oleh pelanggan melalui pelayanan air bersih yang lebih baik.

Sementara itu, pemerintah daerah berharap Tirta Bengi mampu meningkatkan efisiensi, memperluas pelayanan, melakukan inovasi serta mengoptimalkan kontribusinya bagi Kabupaten Bener Meriah.(*);

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *