BENER MERIAH (SJN.Com) — Menanggapi pemberitaan terkait dugaan “biaya siluman” dalam proses pendaftaran ulang, pihak SMAN Unggul Binaan Bener Meriah kembali menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Kepala sekolah, Darussalam, kepada suarajurnalisnews.com, Senin (27/04) menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada pungutan apa pun yang telah ditetapkan maupun dikutip dari wali murid.
“Perlu kami luruskan, tidak ada pungutan yang sudah diberlakukan. Sampai hari ini, pihak sekolah belum mengutip biaya dalam bentuk apa pun,” ujar Darussalam.
Ia juga menegaskan bahwa pembahasan terkait kontribusi seperti uang komite dan kegiatan siswa masih sebatas wacana awal, dan hanya diperuntukkan bagi calon siswa/i baru dalam proses pendaftaran ulang, bukan untuk seluruh siswa.
“Pembahasan itu hanya untuk calon siswa/i baru, dan itu pun masih tahap rencana. Belum ada keputusan ataupun penetapan,” jelasnya.
Terkait mekanisme penentuan uang komite, Darussalam menegaskan bahwa hal tersebut bukan kewenangan kepala sekolah, melainkan sepenuhnya berada di ranah komite sekolah.
“Perlu dipahami, musyawarah terkait komite itu bukan dilakukan oleh kepala sekolah. Itu kewenangan ketua komite bersama wali murid. Sekolah tidak bisa menetapkan sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, musyawarah antara komite sekolah dan wali murid bahkan belum dilaksanakan, sehingga tidak mungkin ada keputusan apalagi pungutan yang diberlakukan.
“Musyawarah dengan wali murid melalui komite saja belum dilakukan. Jadi sangat tidak tepat jika disebut sudah ada penarikan atau pemaksaan,” tambahnya.
Pihak sekolah juga membantah adanya penggabungan biaya sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, karena seluruh proses masih berada pada tahap komunikasi awal tanpa keputusan final.
Darussalam berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami terbuka untuk dikonfirmasi dan ingin semua berjalan transparan. Jangan sampai informasi yang belum utuh menimbulkan persepsi yang keliru,” tutupnya.




