REDELONG (SJN.Com) — Nada publik tak lagi hanya mendesak, tapi menekan. Aktivitas galian C di kaki Gunung Burni Telong disebut berlangsung nyaris di belakang kantor Kepolisian Resor Bener Meriah. Jalan warga tergerus, tepi menjadi rapuh, dan lubang menganga berdampingan dengan jalur yang setiap hari dilalui masyarakat. Namun hingga kini, langkah tegas belum terlihat.
Tokoh aktivis Bener Meriah, Nasri Gayo, melontarkan tantangan terbuka yang keras dan mendesak kepolisian untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran izin dan titik koordinat.
“Tidak ada lagi alasan. Ini bukan jauh, ini di depan mata. Periksa sekarang, atau publik akan menilai aparat memilih menutup mata,”- tegasnya kepada suarajurnalisnews.com, Minggu (26/04/26).
Di lokasi, warga menggambarkan situasi yang semakin berbahaya, badan jalan terpotong, bahu jalan nyaris hilang, tanpa pembatas, tanpa rambu, tanpa pengamanan. Pada malam hari, risiko pasti akan meningkat. Satu kesalahan kecil bisa berujung fatal. Bagi warga, ini bukan lagi potensi, ini ancaman hidup.
Nasri menilai, kedekatan lokasi dengan Mapolres membuat diamnya aparat menjadi sorotan paling tajam. Bukan hanya soal ada atau tidaknya izin, tapi apakah kegiatan itu dijalankan sesuai batas yang ditetapkan. Jika dugaan pelanggaran benar, pembiaran sama artinya membiarkan risiko terus membesar.
“Kalau ini dibiarkan, pesan yang sampai ke publik jelas, pelanggaran bisa berjalan selama tidak disentuh. Itu berbahaya,” katanya.
Ia menuntut pemeriksaan terbuka, verifikasi izin, uji kesesuaian titik koordinat, dan penilaian dampak terhadap keselamatan jalan. Bukan klarifikasi tertutup, melainkan tindakan yang bisa dilihat dan diuji publik.
“Buktikan dengan tindakan. Hentikan jika melanggar. Kalau tidak ada langkah, publik akan menganggap hukum hanya tegas di tempat yang jauh, tapi tumpul di depan sendiri,” lanjutnya.
Situasi di kaki Burni Telong terus memburuk, struktur tanah melemah, dan jalur warga kian terancam. Sementara itu, keheningan aparat berubah menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.”- Pungkas Nasri Gayo
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepolisian Resor Bener Meriah terkait langkah konkret yang akan diambil. Tekanan publik terus naik, menunggu apakah aparat memilih bertindak, atau membiarkan risiko itu menemukan korbannya terlebih dahulu.
Pemberitaan ini bukan akhir dari ruang dialog. Redaksi tetap membuka kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk menyampaikan hak jawab maupun bantahan secara resmi, sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan keberimbangan informasi.




