“Ramadan Ternoda: Bantuan Korban Bencana di Pedemun Diduga Disunat, Warga Menjerit”

ACEH TENGAH (SJN.Com)  — Suasana Ramadan yang biasanya diwarnai kehangatan silaturahmi dan saling memaafkan, justru terasa berbeda di Desa Pedemun.

Di balik obrolan warga yang berkumpul selepas aktivitas ibadah, terselip keresahan yang perlahan berubah menjadi perbincangan serius: dugaan pemotongan bantuan bencana oleh aparatur desa.

Di sudut-sudut kampung, dari rumah kerumah topik yang sama terus bergulir. Warga saling bertukar cerita tentang bantuan yang seharusnya menjadi harapan untuk bangkit, namun disebut-sebut tidak diterima secara utuh.

Bantuan senilai Rp8.000.000 per kepala keluarga (KK) yang diperuntukkan bagi korban dengan kategori rumah rusak sedang hingga parah, diduga dipotong sebesar Rp500.000. Informasi yang beredar menyebutkan, setidaknya 10 KK mengalami hal serupa.

Baca Juga  Diduga Remehkan Media, Wabup Aceh Tengah Diminta Sedikit Lebih Dewasa

Bagi warga yang tengah berjuang memulihkan kondisi pasca musibah, angka tersebut bukanlah jumlah kecil. Setiap rupiah menjadi berarti untuk memperbaiki dinding rumah, atap yang bocor, hingga kebutuhan dasar keluarga.

Seorang warga penerima bantuan yang memilih tidak disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

Dengan suara tertahan, ia mempertanyakan kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.

“Kami ini sedang susah, rumah rusak, kebutuhan banyak. Bantuan Rp8.000.000 itu sangat berarti. Tapi kenapa harus dipotong Rp500.000 tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

Baca Juga  Akses Transportasi Kian Mudah, Pembangunan Jembatan TMMD di Aceh Tengah Hampir Selesai

Nada serupa juga terdengar dari warga lainnya. Mereka menilai, jika dugaan ini benar, maka hal tersebut mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin di tingkat kampung. Di tengah situasi sulit, transparansi dan empati justru menjadi hal yang paling diharapkan.

Ramadan yang seharusnya menjadi momentum mempererat hubungan antara pemimpin dan masyarakat, kini terasa kontras. Alih-alih memperkuat kepercayaan, dugaan ini justru menimbulkan jarak dan kekecewaan.

Baca Juga  Program TMMD ke-126 Kodim 0106/Aceh Tengah Fokus pada Penghijauan dan Pelestarian Alam

Warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut.

Mereka menginginkan kepastian, sekaligus jaminan bahwa bantuan bencana disalurkan secara utuh, transparan, dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Reje Kampung Pedemun terkait tudingan tersebut. Namun di tengah sunyinya malam Ramadan, satu hal menjadi jelas harapan warga akan keadilan masih terus menyala.

Sementara Berita ini terus di tayangkan pihak yang bersangkutan masih dalam upaya konfirmasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy berita ya.?