PODSI Gelar Adu Perahu di Lut Tawar, Publik Pertanyakan Anggaran, Teknis Pertandingan Serta Publikasi. 

oppo_0

ACEH TENGAH — Penyelenggaraan lomba adu perahu tradisional yang digelar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) di Dermaga Al Fitrah Desa Sara Rasa Kecamatan Bebesen, Danau Lut Tawar, pada Sabtu (24/10/2026), menuai sorotan.

Kegiatan yang semestinya menjadi ajang promosi olahraga tradisional dan daya tarik wisata daerah itu justru memunculkan sejumlah pertanyaan terkait publikasi, kesiapan teknis, hingga transparansi anggaran.

Pantauan dan tanggapan pengunjung mengindikasikan bahwa kegiatan tersebut belum mampu menarik antusiasme masyarakat secara maksimal.

Minimnya jumlah penonton menjadi salah satu hal yang disorot, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas publikasi dan strategi panitia dalam menyosialisasikan kegiatan kepada masyarakat luas.

Persoalan tidak hanya berkaitan dengan jumlah penonton. Dari sisi teknis pertandingan, sejumlah pengunjung juga mempertanyakan kesiapan panitia dalam mengatur jalannya perlombaan agar dapat disaksikan dengan jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat.

IW (40), salah seorang pengunjung yang juga mengaku sebagai manajer peserta lomba adu perahu, menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca Juga  Hari Kesaktian Pancasila, Dandim 0106 Aceh Tengah Hadiri Upacara Bersama Forkopimda

“Di samping minimnya publikasi kegiatan dari panitia, secara teknis acara ini juga membuat penonton bingung. Tidak ada perbedaan yang jelas antara peserta satu dan peserta lainnya,” ujar IW.

Menurutnya, kejelasan identitas peserta, sistem pertandingan, serta tata cara penyampaian informasi kepada penonton merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan perlombaan. Tanpa pengaturan yang baik, masyarakat akan kesulitan mengikuti jalannya pertandingan, sementara tujuan kegiatan sebagai tontonan publik berpotensi tidak tercapai secara optimal.

Minimnya publikasi dan persoalan teknis tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana perencanaan kegiatan dilakukan sebelum perlombaan digelar.

Dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat, publikasi bukan sekadar pelengkap. Promosi yang terencana, informasi jadwal yang jelas, pengenalan peserta, serta pengaturan arena pertandingan merupakan unsur penting untuk membangun antusiasme masyarakat dan memastikan kegiatan berlangsung tertib.

Apabila aspek-aspek tersebut tidak dipersiapkan secara matang, kegiatan yang berpotensi menjadi agenda unggulan wisata dan budaya daerah bisa kehilangan daya tariknya.

Baca Juga  Jamdan Kodim 0106/Aceh Tengah, Dandim Tekankan Bahaya Judi Online, Narkoba dan Pentingnya Menjaga Kondusivitas Wilayah

Namun demikian, penilaian terhadap keberhasilan kegiatan tidak cukup hanya didasarkan pada jumlah penonton. Evaluasi juga perlu mempertimbangkan target penyelenggaraan, jangkauan publikasi, jumlah peserta, kualitas pelaksanaan, serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

PODSI Gelar Adu Perahu di Lut Tawar, Publik Pertanyakan Publikasi hingga Teknis Pertandingan

Selain persoalan teknis, IW juga mempertanyakan besaran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut.

Pertanyaan itu muncul karena kegiatan yang diselenggarakan mencakup dua jenis perlombaan, yakni adu perahu tradisional dan tarik tambang perahu. Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh kejelasan mengenai pembiayaan kegiatan, terutama jika pelaksanaannya menggunakan anggaran yang bersumber dari pemerintah atau dana publik.

Berapa total anggaran yang dialokasikan? Dari mana sumber pendanaannya? Bagaimana rincian penggunaannya untuk kebutuhan perlombaan, publikasi, perlengkapan teknis, hadiah, serta operasional panitia?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut patut dijawab secara terbuka oleh pihak penyelenggara agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga  Ratusan Warga Ketol Demo Pemkab Aceh Tengah, Tuntut Penanganan Serius Pascabencana

Perlu ditegaskan, mempertanyakan anggaran bukan berarti menyimpulkan adanya penyimpangan. Transparansi merupakan bagian dari tata kelola kegiatan yang baik, terlebih apabila pembiayaannya melibatkan uang negara atau sumber dana publik lainnya.

Sorotan terhadap kegiatan ini semestinya menjadi bahan evaluasi bagi PODSI dan panitia pelaksana. Penyelenggaraan lomba olahraga tradisional tidak cukup hanya memastikan pertandingan terlaksana, tetapi juga harus menjamin kesiapan teknis, keterbukaan informasi, keselamatan peserta, serta kenyamanan penonton.

Publik juga berhak mengetahui tujuan kegiatan, target yang ingin dicapai, sumber pendanaan, dan hasil evaluasi setelah perlombaan berakhir.

Hingga berita ini terbitkan, SCNews.co.id belum terdapat keterangan dari pihak PODSI maupun panitia pelaksana mengenai besaran anggaran, strategi publikasi, serta teknis penyelenggaraan yang dipersoalkan pengunjung. Redaksi membuka ruang bagi pihak penyelenggara untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan guna menjaga keberimbangan pemberitaan.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *