HIMA-ATE Gelar Aksi Damai di Simpang Lima Takengon

Takengon (SJN.Com).  19 Maret 2026 – Himpunan Mahasiswa (HIMA-ATE) menggelar aksi damai di kawasan Tugu Simpang Lima, Takengon, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah.

Aksi yang berlangsung tertib ini dikoordinatori oleh Maulana Alvarisi selaku Koordinator Aksi. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya terkait keberlanjutan program pemulihan pascabencana yang dinilai masih belum optimal.

Baca Juga  DPC PDI Perjuangan Bener Meriah Bersama Mantan Mentri Sosial Tri Rismaharini Kembali Turun Langusng Salurkan bantuan di Bener Meriah

“Melalui aksi damai ini, kami ingin mengingatkan semua pihak agar tidak abai terhadap nasib masyarakat terdampak. Pemulihan tidak hanya soal tanggap darurat, tetapi juga keberlanjutan kehidupan masyarakat ke depan,” ujar Maulana Alvarisi.

Dalam aksi tersebut, HIMA-ATE menyampaikan beberapa tuntutan utama, di antaranya:

Baca Juga  Huntara Fiktif? Data Ada, Bangunan Nol  DTH Disumbat, Warga Diduga Jadi Korban Sistem yang “Disetir”

1. Menyoroti kondisi pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah, khususnya terkait keberlanjutan program bagi masyarakat terdampak.
2. Menyampaikan perhatian terhadap keberlanjutan pembangunan dan penanganan fasilitas masyarakat setelah masa tanggap darurat berakhir.
3. Menyoroti kondisi sektor pendidikan pascabencana, termasuk keberlangsungan proses belajar mengajar dan kondisi sarana prasarana pendidikan.

Para peserta aksi juga membawa spanduk berisi pesan-pesan kritis serta harapan agar pemerintah daerah dan pihak terkait dapat lebih serius dalam menangani dampak pascabencana secara menyeluruh.

Baca Juga  PDI Perjuangan dan BMI Kembali Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban Bencana

Aksi damai ini berjalan dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan setempat. HIMA-ATE berharap, melalui kegiatan ini, aspirasi masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti secara konkret demi pemulihan Aceh Tengah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *