Bener Meriah (SJN.Com) — Peringatan keras dilontarkan Cakdier kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah agar tidak “bermain-main” dalam penyaluran daging meugang tahap kedua menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Ia menegaskan, bantuan yang bersumber dari bantuan presiden (banpres) itu wajib tepat sasaran, bukan malah menjadi ajang kepentingan atau permainan oknum.
Dalam keterangannya kepada Suarajurnalisnews.com, Rabu (18/03/2026), Cakdier menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan, yakni Rp50 juta per desa untuk 91 desa terdampak bencana. Menurutnya, angka tersebut bukan kecil dan sangat rawan diselewengkan jika tidak diawasi secara serius.
“Ini uang negara, bukan uang pribadi. Jangan sampai daging meugang ini justru dinikmati oleh pihak-pihak yang tidak berhak, sementara masyarakat terdampak bencana hanya jadi penonton,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar proses pengadaan sapi tidak dijadikan celah permainan. Semua harus mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak), termasuk kualitas ternak dan mekanisme belanja.
“Kalau ada yang coba-coba bermain dalam pengadaan, itu sama saja mengkhianati kepercayaan rakyat. Bantuan ini jelas peruntukannya, jangan dipelintir,” ujarnya dengan nada keras.
Cakdier menegaskan, masyarakat saat ini tidak lagi bisa dibodohi. Ia meminta seluruh proses dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan tunggu masalah muncul baru bergerak. Dari awal harus bersih. Kalau tidak, publik berhak curiga,” pungkasnya.





