BENER MERIAH (SJN.Com) — Inovasi membanggakan lahir dari dunia pendidikan Kabupaten Bener Meriah. Zirahayana, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bener Meriah, mengembangkan Eco-Sumang Tracker, sebuah aplikasi Android yang mengintegrasikan nilai adat Gayo, ajaran Islam, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pembentukan karakter siswa.
Penelitian tersebut berhasil masuk 30 besar proposal Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026 tingkat nasional pada bidang Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan. MAN 1 Bener Meriah juga menjadi salah satu dari 10 madrasah asal Aceh yang lolos dalam ajang penelitian tersebut.
Melalui inovasi ini, Zirahayana berupaya menghadirkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong siswa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan teknologi digital.
Gagasan Eco-Sumang Tracker bermula dari berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan madrasah, seperti sampah plastik yang berserakan, pemborosan air wudu, kurangnya perhatian terhadap kebersihan fasilitas bersama, hingga kebiasaan berkomunikasi yang belum selalu santun.
Persoalan tersebut mendorong Zirahayana untuk mengembangkan pendekatan yang lebih praktis agar nilai kepedulian lingkungan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran atau imbauan semata.
Melalui aplikasi Android yang dikembangkannya, siswa diarahkan untuk membangun kebiasaan positif melalui kegiatan yang dapat dipraktikkan, dicatat, dan dievaluasi secara berkala.
Dalam pelaksanaannya, siswa memilih kegiatan pembiasaan yang tersedia, menuliskan refleksi singkat, kemudian mengirimkan foto dokumentasi melalui aplikasi. Setiap kiriman diperiksa oleh guru yang bertugas sebagai verifikator sebelum disetujui dan memperoleh Eco-Points.
Sistem tersebut dirancang untuk membantu pemantauan kebiasaan siswa sekaligus mendorong terbentuknya karakter yang peduli terhadap kebersihan, lingkungan, dan kehidupan sosial.
Salah satu keunikan penelitian Zirahayana terletak pada pemanfaatan nilai adat Gayo, khususnya Sumang Opat, sebagai landasan pembentukan karakter siswa.
Sumang Opat mencakup empat nilai utama, yakni Sumang Pelangkahen, Sumang Penengonen, Sumang Perceraken, dan Sumang Kenunulen. Nilai-nilai tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam kegiatan pembiasaan yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Penerapannya mencakup upaya menjaga kebersihan, mengikuti kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan sumber daya, mengingatkan sesama dengan santun, serta merawat fasilitas yang digunakan bersama.
Melalui pendekatan tersebut, kearifan lokal masyarakat Gayo ditempatkan sebagai bagian penting dalam pendidikan karakter yang dapat diterapkan di tengah perkembangan teknologi.
Penelitian ini juga mengintegrasikan konsep ekoteologi Islam dengan Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya pada pilar cinta lingkungan. Pendekatan tersebut menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia, sekaligus menghubungkannya dengan nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat Gayo.
Pengembangan Eco-Sumang Tracker turut melibatkan penilaian ahli untuk melihat kesesuaian konsep dan kelayakan media yang digunakan.
Turham AG, S.Ag., M.Pd., dosen IAIN Takengon yang bertindak sebagai validator ahli materi, memberikan penilaian positif terhadap integrasi nilai dalam penelitian tersebut.
Dalam lembar validasinya, ia menuliskan, “Integrasi ke 3 elemen sudah harmonis.” Ia juga memberikan catatan, “Konsep sangat relevan”.
Sementara itu, Ilham Abdi, S.STP., M.AP., validator ahli media dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah, menilai aplikasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan.
Dalam lembar validasinya, Ilham menuliskan, “Aplikasi bagus dan layak dikembangkan”.
Meski demikian, ia turut mencatat perlunya dukungan kapasitas server yang lebih besar apabila jumlah pengguna aplikasi meningkat. Catatan tersebut menjadi salah satu aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam pengembangan selanjutnya.
Di bawah bimbingan Dicki Darmawan, S.Pd., dan Jailani, S.Mat., Zirahayana melanjutkan penelitian setelah berhasil lolos seleksi proposal OMI Riset 2026.
Penelitian tersebut melibatkan 60 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 30 siswa dalam kelompok eksperimen menggunakan aplikasi Eco-Sumang Tracker, sedangkan 30 siswa dalam kelompok kontrol melakukan pencatatan kebiasaan melalui jurnal manual yang diverifikasi oleh guru bimbingan dan konseling (BK).
Kegiatan pembiasaan utama berlangsung selama 14 hari, mulai 3 hingga 16 Oktober 2026.
Selama proses penelitian, kelompok eksperimen mendokumentasikan kegiatan melalui aplikasi, sementara kelompok kontrol menggunakan jurnal manual dengan pendampingan guru BK.
Tim peneliti melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan, mencatat kendala penggunaan aplikasi, serta mengumpulkan hasil tes awal dan tes akhir.
Data aktivitas siswa, penilaian ahli, tanggapan pengguna, dan rencana wawancara lanjutan menjadi bagian dari proses analisis untuk menilai kelayakan dan efektivitas inovasi tersebut.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian agar penilaian terhadap aplikasi tidak hanya didasarkan pada gagasan, tetapi juga mempertimbangkan data yang dikumpulkan selama pelaksanaan.
Masuknya penelitian Zirahayana ke 30 besar OMI Riset 2026 menjadi capaian membanggakan bagi MAN 1 Bener Meriah dan dunia pendidikan Kabupaten Bener Meriah.
Inovasi Eco-Sumang Tracker memperlihatkan bagaimana persoalan sederhana di lingkungan sekolah dapat menjadi titik awal lahirnya sebuah penelitian yang menghubungkan teknologi, pendidikan karakter, nilai keagamaan, dan kearifan lokal.
Karya tersebut juga memberikan ruang bagi nilai adat Gayo untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Bagi masyarakat Gayo, upaya ini menjadi contoh bahwa warisan budaya tidak hanya dapat dipertahankan melalui tradisi, tetapi juga dikembangkan menjadi gagasan yang relevan dengan tantangan kehidupan modern.
Perjalanan penelitian Zirahayana masih menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi. Karena itu, hasil analisis penelitian nantinya akan menjadi unsur penting untuk melihat sejauh mana aplikasi tersebut dapat mendukung pembentukan kebiasaan positif dan kepedulian lingkungan di kalangan siswa.
Dari MAN 1 Bener Meriah, Zirahayana membawa gagasan bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana, diperkuat dengan nilai agama dan adat, serta dikembangkan melalui teknologi.
Prestasi ini menjadi kebanggaan Bener Meriah sekaligus bukti bahwa kearifan lokal Gayo memiliki potensi untuk tumbuh menjadi inovasi pendidikan yang diperkenalkan di tingkat nasional.





