GANNAS Aceh Tengah Apresiasi Kinerja Satresnarkoba, Yusra Efendi Minta Dukungan Anggaran dan Fasilitas Diperkuat

Foto/dok - Yusra Efendi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANNAS) Kabupaten Aceh Tengah/SJN.Com
Foto/dok - Yusra Efendi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANNAS) Kabupaten Aceh Tengah/SJN.Com

Takengon (SJN.Com) — Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Anti Narkotika Nasional (DPD GANNAS) Aceh Tengah menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Aceh Tengah, khususnya Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), atas konsistensi dalam mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Aceh Tengah.

Ketua DPD GANNAS Aceh Tengah, Yusra Efendi, menilai pengungkapan 14 orang yang diduga terlibat sebagai pengedar dan pemasok narkotika dalam kurun waktu satu bulan terakhir merupakan langkah penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkoba.

Menurut Yusra, kerja keras jajaran Satresnarkoba di bawah kepemimpinan IPTU Bambang Putra Pelis patut diapresiasi, terlebih tugas pemberantasan narkotika membutuhkan ketelitian, keberanian, pengembangan informasi, serta dukungan operasional yang memadai.

“GANNAS Aceh Tengah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Aceh Tengah beserta jajaran, khususnya Kasat Resnarkoba dan seluruh personel yang terus bekerja mengungkap peredaran narkotika. Ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam melindungi masyarakat dan menyelamatkan masa depan generasi muda,” ujar Yusra Efendi, Senin (26/10/2026).

Baca Juga  Desa Kala Segi Salurkan Bantuan Logistik dan Pakaian Jelang Idul Fitri

Ia menilai, komitmen aparat dalam menjalankan arahan Kapolri untuk memberantas narkotika perlu mendapat dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan keberanian dan dedikasi personel, tetapi juga harus ditopang kebijakan, anggaran, serta fasilitas kerja yang memadai.

Minta Perhatian Serius terhadap Anggaran dan Fasilitas

Yusra Efendi meminta pihak terkait, baik di lingkungan kepolisian maupun pemangku kebijakan yang berwenang, agar memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan Satresnarkoba sebagai salah satu sektor strategis dalam organisasi kepolisian.

Menurutnya, beban kerja personel pemberantasan narkotika memiliki tantangan tersendiri. Penanganan perkara tidak berhenti pada penangkapan, tetapi juga mencakup penyelidikan, pengembangan jaringan, pelacakan pemasok lintas daerah, pengumpulan alat bukti, hingga proses hukum.

“Jangan sampai personel dituntut bekerja maksimal, tetapi dukungan anggaran dan fasilitas operasional belum sebanding dengan beban tugas yang mereka hadapi. Satresnarkoba perlu mendapat perhatian serius karena mereka berada di garis depan dalam menghadapi ancaman narkotika yang dampaknya sangat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Pemasangan Gorong-gorong Program TMMD ke 126 Harus Bergelut Dengan Lumpur

Ia berharap kebutuhan operasional, sarana pendukung, dan fasilitas kerja personel dapat dievaluasi secara berkala agar pelaksanaan tugas berjalan efektif, profesional, dan sesuai ketentuan.

Yusra juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tersebut bukan semata-mata kritik terhadap institusi, melainkan bentuk dukungan agar aparat yang menunjukkan dedikasi dalam pemberantasan narkotika memperoleh perhatian yang layak.

Pemberantasan Narkoba Harus Menjadi Gerakan Bersama

Lebih lanjut, Ketua DPD GANNAS Aceh Tengah itu mengingatkan bahwa peredaran narkotika merupakan ancaman serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pemerintah kampung, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga.

Ia mendorong agar penindakan terhadap pengedar dan pemasok terus diperkuat bersamaan dengan langkah pencegahan, edukasi bahaya narkoba, serta rehabilitasi bagi penyalahguna yang membutuhkan penanganan sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga  Defisit Rp82,59 Miliar Jadi Alarm Fiskal, Ruhdi Sahara Minta Bupati Cari Solusi Yang Tepat 

“Penangkapan pengedar merupakan langkah penting, tetapi upaya memutus jaringan pemasok dan mencegah munculnya korban baru juga harus menjadi perhatian. Kita ingin Aceh Tengah tidak hanya kuat dalam penindakan, tetapi juga unggul dalam pencegahan dan penyelamatan generasi muda,” ungkapnya.

GANNAS Aceh Tengah, lanjut Yusra, siap mendorong kolaborasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman dari ancaman narkotika.

Ia berharap apresiasi terhadap kinerja Satresnarkoba dapat menjadi dorongan untuk memperkuat sinergi sekaligus membuka perhatian lebih besar terhadap kebutuhan personel yang bertugas di lapangan.

“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Personel yang bekerja keras harus kita dukung, masyarakat harus kita libatkan, dan generasi muda harus kita lindungi. Tujuan akhirnya bukan sekadar menangkap pelaku, tetapi menyelamatkan masa depan bangsa,” tutup Yusra Efendi.

DPD GANNAS Aceh Tengah — Selamatkan Generasi, Raih Prestasi — Narkoba Bukan Solusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *