BENER MERIAH (SJN.Com) — Aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah kembali menjadi perhatian. Berdasarkan hasil pengamatan periode Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, tercatat dua kali gempa vulkanik dalam di kawasan gunung api tersebut.
Laporan pengamatan mencatat gempa vulkanik dalam tersebut memiliki amplitudo 9–10 mm, waktu S-P 2,1–3,1 detik, dengan durasi masing-masing 22–25 detik.
Secara visual, Gunung Burni Telong yang memiliki ketinggian sekitar 2.623 meter di atas permukaan laut (mdpl) terpantau dalam kondisi berawan hingga hujan. Gunung juga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-I hingga 0-III, sementara asap kawah tidak teramati.
Selain aktivitas kegempaan, pada periode tersebut juga tercatat satu kali hujan sedang yang berlangsung sekitar pukul 21.10 hingga 22.08 WIB.
Hingga laporan pengamatan tersebut, tingkat aktivitas Gunung Burni Telong masih berada pada Level II atau Waspada. Kondisi ini menandakan aktivitas gunung api masih perlu dipantau dan masyarakat diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan dari otoritas terkait.
Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diimbau tidak mendekati area kawah dalam radius 2 kilometer. Pengunjung juga diminta menghindari kawasan fumarola dan solfatara, khususnya ketika cuaca mendung atau hujan karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko paparan gas vulkanik.
Masyarakat di sekitar Gunung Burni Telong diharapkan tetap tenang, namun tidak lengah dengan mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi/PVMBG serta Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong.




