Dua Kali di Guncang Gempa Vulkanik, Gunung Burni Telong Tetap Level Waspada

SJN.Com — Memantau, Mengabarkan, dan Mengawal Informasi untuk Publik.

Foto/dok - Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Foto/dok - Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

BENER MERIAH (SJN.Com) — Aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah kembali menjadi perhatian. Berdasarkan hasil pengamatan periode Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, tercatat dua kali gempa vulkanik dalam di kawasan gunung api tersebut.

Laporan pengamatan mencatat gempa vulkanik dalam tersebut memiliki amplitudo 9–10 mm, waktu S-P 2,1–3,1 detik, dengan durasi masing-masing 22–25 detik.

Baca Juga  Gerak Cepat Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Anak, Polres Bener Meriah Amankan Pria 47 Tahun

Secara visual, Gunung Burni Telong yang memiliki ketinggian sekitar 2.623 meter di atas permukaan laut (mdpl) terpantau dalam kondisi berawan hingga hujan. Gunung juga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-I hingga 0-III, sementara asap kawah tidak teramati.

Selain aktivitas kegempaan, pada periode tersebut juga tercatat satu kali hujan sedang yang berlangsung sekitar pukul 21.10 hingga 22.08 WIB.

Baca Juga  Sekda Bener Meriah Ikuti Pertemuan Proses Pengalihan Penyuluh Pertanian Dari Pemda Ke Kementerian Pertanian

Hingga laporan pengamatan tersebut, tingkat aktivitas Gunung Burni Telong masih berada pada Level II atau Waspada. Kondisi ini menandakan aktivitas gunung api masih perlu dipantau dan masyarakat diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan dari otoritas terkait.

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diimbau tidak mendekati area kawah dalam radius 2 kilometer. Pengunjung juga diminta menghindari kawasan fumarola dan solfatara, khususnya ketika cuaca mendung atau hujan karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko paparan gas vulkanik.

Baca Juga  Menakar Transparansi BCKS dan Rapuhnya Integritas Disdik Bener Meriah

Masyarakat di sekitar Gunung Burni Telong diharapkan tetap tenang, namun tidak lengah dengan mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi/PVMBG serta Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *