Takengon (SJN.Com) — Juru Bicara Gerakan Pemuda ALA (GERPA), Firdaus, SH, ICAP 1, menyampaikan sikap yang semakin tegas terkait perjuangan pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA).
Menurut Firdaus, GERPA tidak ingin lagi perjuangan ALA hanya berhenti pada pernyataan, rapat, atau janji pemerintah.
“Kami sudah sampai pada titik di mana GERPA tidak lagi hanya berbicara soal jalur apa yang harus ditempuh. Yang kami bicarakan sekarang adalah bagaimana perjuangan ini harus menghasilkan tujuan. Semua ruang perjuangan akan kami gunakan untuk mensukseskan cita-cita pembentukan Provinsi ALA,” tegas Firdaus.
Ia mengatakan GERPA akan meningkatkan konsolidasi masyarakat, memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen, melakukan aksi penyampaian aspirasi, membangun dukungan publik, serta terus menekan pemerintah agar memberikan kepastian.
“Kami bersama, berbagai elemen masyarakat. akan bersuara lebih keras, turun ke lapangan, melakukan konsolidasi dan menyampaikan tuntutan secara terbuka. Kami tidak akan membiarkan isu ALA kembali ditenggelamkan oleh waktu,” katanya.
Firdaus menegaskan bahwa penggunaan istilah “jalur apa pun” yang disampaikan GERPA dimaksudkan sebagai bentuk keseriusan dan eskalasi perjuangan politik masyarakat.
“Yang kami maksud dengan jalur apa pun adalah seluruh bentuk perjuangan yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi ALA. Kami ingin pemerintah memahami bahwa masyarakat sudah tidak ingin lagi menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.
“ALA HARUS MENDAPATKAN KEPASTIAN”
Menurut Firdaus, tuntutan GERPA kini sederhana: pemerintah harus memberikan kepastian mengenai masa depan pembentukan Provinsi ALA.
“Kami tidak meminta pemerintah memberikan janji baru. Kami meminta keputusan terbentuknya Aceh lauser antara. Kalau memang ada tahapan yang harus dilalui, sampaikan kepada kami. Kalau ada persoalan yang menghambat, buka secara transparan. Jangan biarkan kami terus berada dalam ketidakpastian,” tegasnya.
Ia juga kembali menyampaikan kritik terhadap kondisi masyarakat di wilayah ALA, yang menurut menurut jubir GERPA tersebut, selama ini belum memperoleh pemerataan pembangunan sebagaimana yang diharapkan.
“Kami merasa masyarakat wilayah tengah terlalu lama diperlakukan seperti anak tiri di tanah sendiri. Potensi daerah besar, tetapi persoalan infrastruktur, akses pasar, konektivitas dan pemerataan ekonomi masih menjadi persoalan yang terus dirasakan masyarakat,” kata Firdaus.
GERPA: KAMI TIDAK AKAN DIAM
Firdaus menegaskan GERPA akan terus meningkatkan tekanan publik melalui gerakan masyarakat yang terorganisasi.
“Kami tidak akan diam. Kami akan terus bergerak. Kami akan terus mengonsolidasikan masyarakat. Kami akan terus menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Pusat. Dan selama belum ada kepastian mengenai ALA, perjuangan ini akan terus berjalan,” ujarnya.
Ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat ALA agar menjaga persatuan dan tidak terprovokasi melakukan tindakan yang dapat merugikan perjuangan.
“Perjuangan ini harus kuat, besar dan terorganisasi. Kita boleh keras dalam menyampaikan tuntutan, tetapi jangan sampai masyarakat terpecah. Fokus kita satu: memastikan aspirasi ALA mendapatkan jawaban dan kepastian dari negara,” tegas Firdaus.




