Menyoroti Statmen Khairul Ahadian Terkait “TS”, AMG Angkat Bicara

Koordinator AMG Sinar Harapan meminta persoalan kanopi usaha masyarakat tidak dikaitkan dengan isu politik dan diselesaikan melalui musyawarah.
Koordinator AMG Sinar Harapan meminta persoalan kanopi usaha masyarakat tidak dikaitkan dengan isu politik dan diselesaikan melalui musyawarah.

TAKENGON (SJN.Com) — Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) menyoroti pernyataan Khairul Ahadian terkait persoalan kanopi usaha masyarakat yang dikaitkan dengan isu “TS” atau Tim Sukses.

Koordinator AMG, Sinar Harapan, menilai membawa isu “TS” dalam persoalan tersebut sangat disayangkan karena berpotensi merusak citra pemerintah daerah dan memperkeruh stabilitas Aceh Tengah.

“Sangat disayangkan persoalan kanopi masyarakat kecil justru dikaitkan dengan isu TS. Apa hubungannya dengan pemilihan? Jangan sampai pernyataan seperti ini justru membangun persepsi buruk terhadap Bupati,dprk,serta kepala desa,padahal persoalannya tidak ada hubungan sama sekali, ” hemat Sinar.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat, DPRK semestinya lebih berpihak kepada masyarakat yang sedang berusaha membangun UMKM, terlebih Aceh Tengah masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.

Baca Juga  Hangat dan Penuh Kebersamaan, Kapolres Aceh Tengah Perkuat Sinergi dengan Insan Pers dan Ormas

“Masyarakat sedang berusaha memperbaiki kehidupan dan mencari rezeki. Kalau memang ada aturan yang dilanggar, kami juga tidak membenarkannya. Tetapi jangan seolah-olah ketika masyarakat kecil salah, sudah tidak ada lagi ruang untuk musyawarah dan mencari solusi.”

Sinar juga mengingatkan bahwa pemilu telah selesai dan pemerintah merupakan milik seluruh masyarakat Aceh Tengah.

“Jangan lagi membawa-bawa isu TS. Pemilu sudah selesai. Pemerintah bukan milik kelompok tertentu, tetapi milik seluruh masyarakat Aceh Tengah. Karena itu, isu seperti ini jangan sampai menjadi bola liar yang memperkeruh stabilitas daerah.”

Baca Juga  Rumah Layak Huni Bantuan TMMD untuk Kasnawati Siap Ditempati

Ia menilai persoalan tersebut menjadi jauh lebih besar setelah dibawa ke ruang publik, karena dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga keluarganya.

“Ini yang paling kami sayangkan. Ketika persoalan orang tua diberitakan secara terbuka, anaknya ikut menerima dampaknya. Anak dari pelaku usaha tersebut mengalami gangguan secara psikologis akibat pemberitaan yang membuat seolah-olah ayahnya melakukan pelanggaran berat. Kita harus sadar, di balik seorang pelaku usaha ada keluarga yang juga punya perasaan dan harga diri.”

Baca Juga  BANLEG DPRK ACEH TENGAH USULKAN QANUN ADAT GAYO: REJE LINGE DIKEMBALIKAN SEBAGAI PAYUNG RAKYAT

Menurut Sinar, persoalan seperti ini semestinya diselesaikan dengan komunikasi terlebih dahulu, bukan langsung menjadi konsumsi publik.

“Kami sudah menemui pelaku usaha dan beliau sangat kooperatif serta bersedia mengikuti aturan. Jadi mari kita cari solusi bersama. Kami tidak membenarkan yang salah dan tidak menyalahkan yang benar. Yang kami minta adalah kebijaksanaan, karena negara harus hadir memberikan keamanan, kenyamanan dan ruang bagi masyarakat kecil untuk berusaha.”

AMG berharap persoalan tersebut tidak lagi diperlebar dengan isu politik, melainkan diselesaikan melalui musyawarah dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan stabilitas Aceh Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *