Bener Meriah (SJN.Com) – SMP Negeri 1 Wih Pesam kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah dengan menggelar tradisi adat “I Serahan Ku Nahma Guru”, sebuah prosesi yang menjadi simbol penyerahan amanah pendidikan kepada para guru sekaligus wujud penghormatan terhadap mereka sebagai pendidik.
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMP Negeri 1 Wih Pesam tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, tokoh pendidikan, tokoh adat, Forkopimcam, komite sekolah, wali murid, alumni, hingga seluruh peserta didik.
Turut hadir Staf Ahli Bupati Bener Meriah M. Jafar, MH yang mewakili Bupati Bener Meriah, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Bener Meriah Turham AG, S.Ag., M.Pd, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Armi Sunardi, S.Pd yang mewakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PMI Kabupaten Bener Meriah dr. Jawahir Syahputra, M.K.M, Camat Wih Pesam, Danramil, Kapolsek Wih Pesam, para maestro bahasa dan budaya Gayo, Reje Kampung Simpang Balek Risky Penosa, SE, Ketua Komite SMP Negeri 1 Wih Pesam, para wali murid, serta alumni SMP Negeri 1 Wih Pesam Riswandika Putra, S.STP., M.AP.
Kepala SMP Negeri 1 Wih Pesam, Siner Jaya, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa tradisi “I Serahan Ku Nahma Guru” merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Gayo yang sarat makna. Tradisi ini menjadi simbol penyerahan tanggung jawab pendidikan anak kepada guru sekaligus pengingat akan pentingnya menghormati sosok pendidik.
“Tradisi ini tidak sekadar prosesi adat, tetapi menjadi media pembentukan karakter peserta didik. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa guru adalah orang tua selama berada di sekolah yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dimuliakan,” ujar Siner Jaya.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya dilakukan sambutan dari Kepala SMP Negeri 1 Wih Pesam, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, perwakilan alumni, arahan dari Staf Ahli Bupati Bener Meriah, hingga puncaknya pelaksanaan prosesi adat “I Serahan Ku Nahma Guru” yang berlangsung dengan penuh khidmat.
Dalam kesempatan itu, Turham AG, S.Ag., M.Pd. sebagai maestro bahasa dan budaya Gayo turut menyampaikan pesan-pesan adat kepada para siswa. Ia mengajak generasi muda untuk terus menjaga, menghargai, dan melestarikan nilai-nilai budaya Gayo sebagai identitas yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, SMP Negeri 1 Wih Pesam berharap tradisi “I Serahan Ku Nahma Guru” tetap terjaga dan menjadi bagian dari penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal. Sekolah juga berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta mencintai adat dan budaya Gayo*




