Saluran IPAL RSUD Datu Beru Tersumbat Sampah, Kondisi Pengelolaan Lingkungan Berpotensi Ancam Lingkungan 

Foto/dok — Ist* Kondisi Bak Penampungan atau Bak sterilisasi Sistem IPAL RUD Datu Beru Takengon/SJN.Com
Foto/dok — Ist* Kondisi Bak Penampungan atau Bak sterilisasi Sistem IPAL RUD Datu Beru Takengon/SJN.Com

Aceh Tengah (SJN.Com) — Kondisi saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi sorotan setelah ditemukan tumpukan sampah padat yang menyumbat bak kontrol fasilitas tersebut.

Berdasarkan temuan saat pemantauan di lokasi pada Rabu (14/10/2026). Sejumlah sampah nonmedis, seperti botol plastik bekas minuman, wadah jeriken, bungkus saset, dan material lainnya, terlihat menumpuk di dalam bak kontrol.

Baca Juga  TMMD Kodim 0106/Aceh Tengah Gerakkan Penghijauan di Linung Bulen Dua

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu fungsi saluran dan sistem pengolahan air limbah rumah sakit apabila tidak segera ditangani.

Penyumbatan yang dibiarkan berpotensi menimbulkan genangan dan bau tidak sedap. Jika terjadi luapan, dampaknya juga dapat mengganggu kebersihan lingkungan di sekitar rumah sakit.

Baca Juga  Dandim 0106/Aceh Tengah Pererat Hubungan dengan Pers, Tekankan Pentingnya Informasi Akurat

Temuan ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pemeliharaan rutin serta pengawasan fasilitas sanitasi, mengingat IPAL merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan limbah cair di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

Manajemen rumah sakit diharapkan segera melakukan pemeriksaan, membersihkan saluran yang tersumbat, serta memastikan sistem pengolahan limbah berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga  Jembatan Putus, Koramil Linge Pasang Seling dan Perahu Fiber untuk Akses Warga

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tengah perlu melakukan peninjauan sesuai kewenangannya untuk memastikan kondisi tersebut ditangani dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Hingga berita sumber diterbitkan, pihak redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari manajemen RSUD Datu Beru dan DLH Aceh Tengah terkait penanganan serta langkah evaluasi atas temuan tersebut.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *