Aceh Tengah Kembali Dihantam Banjir dan Longsor, Satu Warga Meninggal Dunia

Arus banjir bercampur lumpur menerjang salah satu kawasan di Aceh Tengah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Minggu (13/9/2026).* Foto/dok, Screenshot dari video Warga
Arus banjir bercampur lumpur menerjang salah satu kawasan di Aceh Tengah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Minggu (13/9/2026).* Foto/dok, Screenshot dari video Warga

TAKENGON (SJN.Com) — Aceh Tengah kembali dilanda bencana. Hujan deras yang mengguyur wilayah dataran tinggi Gayo, Minggu (13/9/2026). Memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Sejumlah kawasan yang sebelumnya pernah terdampak bencana kembali diterjang longsor.

Di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, tanah longsor menghantam dan menghancurkan satu unit rumah warga. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka dan satu warga meninggal dunia.

Musibah ini menjadi peringatan serius bahwa Aceh Tengah masih menghadapi kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama di tengah tingginya intensitas hujan.

Baca Juga  PASAK OPAT NENGGERI LINGE SERAHKAN NASKAH AKADEMIK QANUN ADAT GAYO: SEJARAH BARU LEGISLASI ACEH TENGAH DIMULAI

Bencana tidak hanya berdampak pada permukiman warga. Sejumlah ruas jalan dan jembatan juga kembali diterjang banjir dan longsor. Material tanah, batu, dan lumpur menutup badan jalan, sementara beberapa akses penghubung antarkampung dilaporkan kembali terputus.

Di ruas jalan Takengon-Bintang melalui Nosar, longsor kembali menutup badan jalan, tepatnya di kawasan Pagar Merah serta Wehni Bakong, Kecamatan Silih Nara.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Kuyun. Jalan menuju Kampung Kuyun di wilayah Pepalang dilaporkan terdampak longsor sehingga kembali mengganggu akses dan mobilitas masyarakat.

Baca Juga  Ruhdi Sahara : Kepemimpinan di Era Keterbukaan, Antara Kritik dan Kematangan Sikap.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena sejumlah titik yang kembali terdampak merupakan kawasan yang sebelumnya juga pernah mengalami longsor dan kerusakan akibat bencana.

Hujan deras sore ini seolah membuka kembali luka lama. Sejumlah ruas jalan yang belum sepenuhnya pulih kembali tertutup material longsor. Infrastruktur yang menjadi tumpuan mobilitas masyarakat pun kembali menghadapi ancaman kerusakan dan terputusnya akses.

Aceh Tengah belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana sebelumnya, namun kembali harus menghadapi ancaman bencana baru.

Baca Juga  Bantuan Bencana yang Tersesat: Ketika Penderitaan Rakyat Dijadikan Komoditas

Hingga Minggu malam, proses evakuasi dan penanganan di sejumlah lokasi masih berlangsung. Data terkait kerusakan infrastruktur serta jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Tim SuaraJurnalisNews.com masih terus memantau perkembangan bencana dan kondisi masyarakat terdampak di Aceh Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *