Petani Minta Pemkab Pidie Tangani Puluhan Gajah Hancurkan Tanaman Padi Petani di Keumala

oleh

Suarajurnalisnews.com-Sigli.

Sebanyak 30 ekor Gerombolan gajah liar kembali merusak tanaman padi para petani Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti, peristiwa yang dialami Petani sudah 4 hari yang lalu sejak pukul 19.30 WIB sampai pukul 08.00 WIB sementara padi sudah berumur satu bulan lebih, para petani mengalami keresahan dan gagal panen.

Adapun sawah yang telah di hancur atau diobrak-abrik satwa dilindungi itu. Yakni sawah di Gampong Cot Sutui, Gampong Jijiem, Gampong Pulo Baro, Gampong Pulo Pante, Kecamatan Keumala begitu juga sawah di Gampong Barieh kecamatan sakti, kabupaten Pidie. Minggu (4/9/2022).

Abdul hamid Salah seorang petani Gampong Kandang Kecamatan sakti, mengatakan, setelah mendengar informasi dari Keuchik Gampong Pulo Baro bahwa sawah telah dihancurkan oleh satwa perlindungan itu, pihaknya setiap malam harus ke sawah untuk menjaga agar tanaman Padi tidak lagi terganggu.

“Setalah mendapatkan informasi itu kami para petani padi terpaksa setalah sholat magrib harus ke sawah untuk menjaga jaga agar gajah liar itu tidak merusakkan tanaman padi kami lagi,” kata Abdul hamid.

Abdul hamid menambahkan, semua petani padan malam hari sudah pergi ke sawah karna sawah dekat dengan pegunungan maka gajah tersebut mudah masuk, bahkan sudah dua malam kami pergi keesaan menjaga agar tidak merusak tanaman padi, kami mengalami gagal panen karna tanaman padi telah di injak-injak dan dimakan,” kata Abdul hamid

Rizal zikrullah sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Keumala melaporkan kepada wartawan posaceh.com bahwa sudah 4 hari gajah telah turun ke sawah para petani, bahkan telah melaporkan kepada Corservation Respons Unit (CRU), untuk menangani permasalahan tersebut.

“Sementara gajah masih berkeliaran di Glee bararat di Gampong Pulo Baro. Bahkan para petani setiap malam rutin harus ke sawah agar tanaman padi jangan terganggu lagi,” kata Rizal zikrullah

Keuchik Gampong Pulo Baro Jamaluddin, benarkah, bahwa kawanan gajah liar berjumlah 30 ekor itu sudah empat hari yang lalu dari malam Rabu Samapi malam Sabtu dengan merusak tanaman padi para petani bukan di Kecamatan Keumala, tapi petani di kecamatan Sakti juga di.

“Setalah mengetahui bahwa gajah telah merusakkan tanaman, saya langsung memberitahukan kepada petani untuk menjaga padinya jangan terganggu lagi oleh gajah,” ujar Keuchik.

Jamaluddin menambahkan Kawanan gajah liar kini berkeliaran merusak padi di areal persawahan di Gampong Cot Sutui, Gampong Jijiem, Gampong Pulo Baro, Gampong Pulo Pante, Kecamatan Keumala begitu juga di Gampong Barieh kecamatan sakti, puluhan hektare sawah berisi tanaman padi diinjak satwa. Sementara pihaknya telah melaporkan kepada Corservation Respons Unit (CRU), mereka akan memberikan marcon untuk mengusir gajah tersebut.

“Kami telah melaporkan kepada Corservation Respons Unit (CRU), dan akan diberikan marcon akan tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak tersebut,” kata Keuchik

Keuchik sangat berharap kepada Dinas Kehutanan Aceh dan Pemkab Pidie segara menangani gajah telah merusakkan tanaman para Petani di wilayah kecamatan Keumala dan kecamatan Sakti. Jika tidak pernah di tangani dari pihak Corservation Respons Unit (CRU), maka para petani akan mencari cara sendri untuk menangani permasalahan tersebut.

“Kami mohon kepada pemkab Pidie segara mencari solusi kepada para petani, Jangan disaat gajah bermasalah akan turun kelokasi, akan tetapi saat gajah mengganggu tanaman para petani, pihak Pemkab Pidie juga harus turun kelokasi,” pinta Keuchik

Jangan sampai warga hilang kesabaran dengan melakukan tindakan yang dilarang seperti membunuh atau meracun gajah. Sebab, petani ditimpa kerugian akibat padi di sawah dan tanaman menjadi sasaran perusakan hewan besar itu. (H)

No More Posts Available.

No more pages to load.