Petani Bener Meriah Berharap Fungsikan Cold Storage Pante Raya

oleh
Photo Mahya Abadi memori pribadi

Suarajurnalisnews.com|| Bener Meriah – Penyakit menahun belum juga terobati, petani Bener Meriah mengeluhkan atas anjloknya harga tomat berkisar Rp 1000 rupiah.

Mahya Abadi (31), melalui media ini mengatakan, miris melihat para petani tomat di Kabupaten Bener Meriah saat ini harga palawija anjlok salah satunya harga tomat berkisaran Rp 1000 rupiah per kilogram. Sabtu, 01/09/2022.

“Ada sebagian tomatnya dibuang begitu saja karena barang di pasaran begitu membeludak,” kata Mahya.

Menurut Mahya, hal itu mengakibatkan tomat hasil petikan para petani di buang begitu saja, sudah harga anjlok barang pun sebagian tidak di terima lagi.

“Hal tersebut sering terjadi dari tahun ke tahun hanya menjadi tontonan bersama. Lebih- lebih kini harga pupuk begitu melambung tinggi namun harga tomat kian tidak bersahabat, istilah dalam bahasa gayo (nge kulen baji dimbang ger ni jelbang),” jelas Mahya itu.

Dirinya mengatakan, pada dasarnya kita tau bangunan yang begitu kokoh berlokasi di Pante Raya menjadi benteng hasil petani jikalau harga anjlok. Namun, tidak di fungsikan sedemikian rupa. Mirisnya, bangunan tersebut dibiarkan begitu saja.

“Bangunan Cold Storage tersebut sudah dibangun di masa kepemimpinan Ir. Tagore Abu Bakar. Namun, di kepemimpinan selanjutnya tidak memfungsikan bangunan tersebut, apakah kita tidak mengerti apa fungsi bangunan tersebut”, terangnya.

Mahya Abadi serta masyarakat lainnya berharap mereka selaku petani dan aktivis Kabupaten Bener Meriah kepada pemerintah agar segera memfungsikan Cold Storage yang ada itu, agar kejadian ini tidak ber ulang dari tahun ke tahun, harap Mahya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.