Iko Prananda: “Pemkab Bener Meriah Jangan Tutup Mata dan Telinga Terhadap Aspirasi Rakyatnya”

oleh
Poto: Eko Prananda saat melakukan Aksi didepan Gedung DPRK Bener Meriah.

Suarajurnalisnews.com-Bener Meriah: Ratusan massa yang tergabung dari Aliansi Mahasiswa, LSM dan Masyarakat pada hari Rabu Tanggal 07 September 2022, melakukan UNRAS ( Unjuk Rasa ) di depan Kantor DPRK Bener Meriah, kehadiran masyarakat tersebut guna untuk meminta kepada Pemkab Bener Meriah menindaklanjuti beberapa persoalan yang ada di Bener Meriah diantaranya: Tolak Kenaikan BBM, Tertibkan atau tutup Galian C sepanjang Kampung Mangku Kecamatan Bandar hingga Kampung Rusip Kecamatan Syiah Utama serta Evaluasi penjualan Gas Elpiji Subsidi.

Nasri Gayo Ketua LSM Garis Merah yang juga sebagai salah satu koordinator Aksi kepada media ini mengatakan, dengan tiga tuntutan yang kita layangkan tersebut kita meminta kepada Pemkab Bener Meriah untuk menindaklanjutinya, ucap Nasri

“Namun sampai hari ini belum ada informasi apapun dari hasil tuntutan tersebut”, katanya.

kita juga heran kepada Pemkab sambung Nasri, kok lelet kali membuat tindakan terhadap tiga tuntutan ini.

” Jangan sampai kami menduga bahwa Pemkab Bener Meriah lagi menerapkan Ilmu kura kura dalam Perahu dalam persoalan ini” ujar Nasri.

Saat ditanya terkait galian C Nasri Gayo selaku salah satu Koordinator aksi juga mengatakan, terkait galian c kita sudah sampaikan dalam aksi tersebut, jika memungkinkan untuk dilakukan penutupan,maka itu adalah solusi terbaik agar kawasan tersebut bisa dijadikan sebagai wilayah wisata kabupaten Bener Meriah.

Poto: Nasri Gayo Ketua LSM Garis Mereh.

Selain itu pihaknya juga meminta Pemerintah Kabupaten untuk dapat membuat Perbub terkait penertipan galian C, Kami meminta Pemkab Bener Meriah untuk mengeluarkan Perbub terkait terkait galian C,dan kita juga meminta kepada Pemkab Bener Meriah melalui Dinas Pariwisata agar melakukan pemetaan, pendataan dan pembinaan terhadap para pelaku wisata di daerah tersebut, ujar Nasri.

Disamping itu Nasri Gayo juga mengingatkan terkait penjualan gas LPG tiga kilo Bersubsidi di wilayah Kabupaten Bener Meriah,dan untuk penjualan Gas LPG 3 kilo kita juga sampaikan bahwa Kabupaten Bener Meriah telah mempunyai Peraturan Bupati, jadi tolong kasihani masyarakat Bener Meriah yang kadang kadang susah hanya untuk mendapatkan Gas dan harganyapun terbilang cukup tinggi,cetus nya

Hal itu tentunya karena kurangnya pengawasan dari Pemkab Bener Meriah sendiri tentang keberadaan Peraturan Bupati terkait harga HET Gas Elpiji Melon di kabupaten ini,

“Untuk BBM juga kita sudah sampaikan bahwa kita meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk menyurati Presiden untuk menolak Kenaikan Harga BBM yang dapat berpengaruh terhadap Perekonomian Masyarakat terutama di Daerah Kabupaten Bener Meriah,

Selain itu Nasri juga meminta adanya Pemerataan Penjualan BBM agar pemanfaatan BBM bersubsidi dapat dirasakan oleh masyarakat Bener Meriah serta tidak terbatas pada kalangan tertentu, ujar Nasri.

Dalam aksi tersebut kita sudah warning Pemerintah Kab. Bener Meriah agar menyelesaikan Tuntutan aksi kami ini dalam rentang waktu 2 hari,

Jika Pemerintah Kab. Bener Meriah tidak sanggup untuk memenuhi tuntutan kami ini sebaiknya lempar Bendera Putih aja biar kami atas nama Masyarakat Bener Meriah mengikhlaskan jika memang Pemkab ini memang sudah dikendalikan oleh Kepentingan kelompok bukan lagi dikendalikan oleh Konstitusi dan UU, ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Iko Prananda yang juga salah satu koordinator Aksi demo tersebut. Iya mengaku akan kembali melakukan aksi lanjutan jika Pemerintah Daerah tidak merespon tuntutan mereka.

” Dan yakin lah suara suara kami ini akan lebih lantang jika aspirasi kami ini tidak di gubris samasekali” ujar Iko Pranda.

Sementra itu, hingga berita ini ditayang, jurnalis media ini belum dapat mengkonfigurasi Pj, Bupati Bener Meriah terkait tuntutan pendemo.( Tim )

No More Posts Available.

No more pages to load.