Gedung Dewan Bukan Tempat Mencari Proyek

oleh
foto: Situasi di kedai Marissa, pagi 12 Oktober 2022. Juang Sinaga, pakai kemeja lengan pendek. Jorbut Sitanggang, pakai topi. (Foto oleh: Jepri Sitanggang)

Suarajurnalisnews.com-Samosir:

Juang Sinaga, wakil Bupati Samosir periode 2016-2021, mampir di warung Marissa, di Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Rabu, 12 Oktober 2022. Juang Sinaga saat itu baru saja keluar dari sebuah toko bersama isterinya, Tina Agustina Panjaitan. Warga yang sedang mengopi di kedai Marissa ternyata sangat kenal dengan Juang Sinaga. Mereka pun menyapa mantan wakil Rapidin Simbolon itu, Bupati Samosir periode 2016-2021. Juang Sinaga lalu berbaur dan ikut minum kopi bersama warga di kedai itu.

Kedai Marissa adalah tempat sarapan orang-orang yang membahas tentang informasi terkini dan yang paling hangat mengenai Kabupaten Samosir. Ketua Partai, Anggota Dewan, Wartawan, LSM, Tokoh Masyarakat selalu ada di kedai itu saban hari. Kepala Dinas yang defenitif maupun yang masih pelaksana tugas juga ada. Pemborong yang dapat proyek dan yang kalah tender pun datang ke kedai itu. Karena itu perbicangan di kedai Marissa selalu hangat setiap pagi. Tentang pegawai yang lulus seleksi tapi belum dilantik, kekalahan koalisi pada oposisi di DPRD, tentang nasib Tim Bupati Percepatan Pembangunan (TBPP) setelah PAPBD gagal, tentang caleg pada pemilu mendatang, bahkan tentang pengaruh Anis Baswedan terhadap suara Nasdem di Samosir juga dibahas kedai itu.

Beberapa nama yang sering berdebat di group-group Whatsupp juga jadi perbincangan di kedai itu. Seperti Ogm, kkk, merlyn, laurentia, Gurman, Paulmanjo, PSINAGA dan beberapa nama lainnya karena sering cekcok di beberapa group wa.

Sebelum Juang Sinaga datang, perbincangan di kedai itu seputar adanya beberapa paket proyek penunjukan langsung di Dinas PUTR yang tidak berpengaruh pada gagalnya PAPBD. Tetapi beralih topik menjadi tentang calon Bupati 2024 setelah Juang Sinaga datang.

Ternyata Juang Sinaga, yang memiliki motto “Kembali menjadi kuat” serius mencalonkan pada Pilkada Kabupaten Samosir 2024 mendatang. Istri Juang Sinaga Tina Agustina Panjaitan pun mendukung. “Kalau soal siapa yang menjadi wakil nanti aja. Pasti ada.” Kata Tina Agustina Panjaitan saat ditanya siapa pasangan Juang Sinaga untuk pilkada 2004 nanti.

Sebagai mantan wakil bupati Samosir selama 5 tahun, menurut Juang Sinaga, banyak potensi yang bisa dibangun di Samosir. Misalnya water front city yang digagas saat kepemimpinan mereka Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga. Sekarang sudah mulai dikerjakan. “Intinya ada kebersamaan dalam merencanakan dan memperjuangkan sesuatu, peluang berhasil pasti lebih besar.” Katanya. Selama menjabat Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga dikenal akrab sebagai Bupati dan Wakil Bupati berbeda dengan yang sebelumnya dan yang saat ini, kurang akur.

Kabupaten Samosir merupakan daerah yang memiliki sejarah paling panjang dalam peradapan Batak. Tetapi sejarah tentang bagaimana Samosir menjadi Kabupaten tak kunjung dibukukan hingga saat ini. Menurut Juang Sinaga, cita-cita masyarakat menjadikan Samosir Kabupaten sudah ada bahkan jauh sebelum Kabupaten Tobasa terbentuk. Tetapi cita-cita itu baru terwujud di tahun 2004, atas kerja keras para pemrakarsa, panitia lokal dan masyarakat Samosir saat itu.

Menurut Juang Sinaga, yang bisa membukukan sejarah perjuangan mewujudkan Samosir jadi Kabupaten adalah mereka para pemrakarsa. Sebab mereka yang mengetahui bagaimana memperjuangkan Samosir ini menjadi Kabupaten tetapi dalam proses pengerjaan buku itu tentu bisa difasilitasi pemerintah.

Di kedai itu juga ada Fransiskus Sitanggang alias Jorbut, aktivis revormasi paling disegani tahun ’98 di Sumatera Utara. Saat ini memimpin Partai Perindo di Kabupaten Samosir untuk bisa meraih kursi minimal satu fraksi pada pemilu mendatang. Jorbut mengatakan kalau calon dari Partainya saat sudah hampir rampung terisi di tiap dapil di Kabupaten Samosir. Sedangkan ia akan maju sebagai calon legislatif dari tingkat provinsi Sumut.

Jorbut sependapat dengan Juang Sinaga dalam menyikapi seperti apa calon yang tepat untuk dipilih masyarakat di pileg nanti yaitu”Gedung dewan jangan dianggap jadi lowongan kerja,” kata Juang Sinaga. Sebab gedung dewan bukan tempat mencari proyek tetapi tempat membicarakan aspirasi masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.