Diduga Pengawas Dan Pelaksana Proyek Pengerjaan Drainase Kampung Panji Mulia II Kurang Fokus

oleh

suarajurnalisnews.com|| Bener Meriah– Papan Informasi Proyek yang bertuliskan mengenai informasi Pengerjaan Drainase Kampung Panji Mulia II yang seyogyanya dikerjakan di Kampung Puja Mulia II. Namun, sesuai dengan amatan awak media ini justru pelaksanaannya di Kampung Waq Pondok Sayur jalan Kenawat Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya kepada media ini, mengatakan,
dugaan kami memang proyek ini bisa jadi akan dilakukan di Kampung Panji Mulia II, “namun kami justru bersyukur jika proyeknya di pindahkan ke Kampung kami ini, mungkin ini bisa jadi berkat do’a para masyarakat disini dan jika itu merupakan kebijakan Pemerintah Daerah, kami sangat berterima kasih,” ucapnya.

Berdasarkan amatan media dilokasi kegiatan, pada Selasa, 13 September 2022. Terkesan sangat janggal meski ada papan nama yang di pajang oleh rekanan dan juga tertera nilai kontrak Rp.644.483.000.00, dan Volume kegiatan :(000.000.000).

Salah satu warga yang melintas dilokasi kegiatan Mahya Abadi atau Sekretaris LSM Garis Merah, mengatakan kepada media ini bahwa, kami juga heran dan bingung kok ada sejumlah anggaran yang disiapkan untuk volume kegiatan yang tidak tercatat dengan benar.

“Seolah-olah dengan besaran jumlah anggaran tapi dirahasiakan volume kegiatannya, seperti apa? dan dimana letak keterbukaan informasi untuk masyarakatnya jika dalam pencatatan volume kegiatan saja tidak terbuka dan transparan, dia juga menambahkan bahwa seharusnya pihak rekanan dalam membuat Papan Informasi Proyek jangan malu lah untuk terbuka,” kata Mahya.

Masih Mahya, karna ketika pihak rekanan seolah olah ada yang ditutupi justru menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat dan kenapa harus takut ketika kita bekerja sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang benar. Ia juga menyayangkan kelalaian dari pihak pengawas kegiatan proyek ini yang justru tidak perduli dengan kesalahan tulisan yang terjadi dalam Papan Proyek tersebut.

“Sehingga wajar jika masyarakat menduga bahwa setingkat ini saja tidak ada komentar atau teguran dan bagaimana jika ada pekerjaan tidak sesuai RAB apakah Pengawas baru melakukan pengawasan..?,” tanya Mahya.

“Bukankah Papan Informasi itu juga merupakan salah satu item penting dalam sebuah proyek..? seharusnya Pengawas proyek ini bisa lebih Proaktif mengingat bahwa anggaran ini adalah hasil dari uang pajak rakyat. Dan saya juga heran dengan tumpukan yang di letakan sepanjang proyek tersebut terkesan asal letak aja sehingga beberapa orang yang melintas di area lokasi kerja dan bahkan saya sendiri hampir terjatuh karena tumpukan yang sangat mengganggu itu,” terangnya.

Amatan media ini di Papan Proyek bahwa proyek ini dikerjakan oleh CV. Kaffa Group bersumber dari Dana Otsus 2022. yang dikerjakan dari Bulan April Sampai dengan Tanggal 9 Oktober 2022. Dengan adanya Papan Informasi proyek yang kurang menterjemahkan bahasa transparan ini memperkuat adanya dugaan salah satu modus untuk menutup-nutupi.

Perbandingan antara jumlah anggaran, antara volume / panjang, pengerjaan proyek drainase tersebut tidak terbuka / transparan. Menurut informasi yang kami dapat bahwa proyek ini merupakan Usulan atau Aspirasi dari salah seorang Anggota Dewan Kabupaten Bener Meriah Dapil 1 yang dikerjakan oleh para rekanan.

Sampai berita ini diterbitkan kami belum bisa melakukan konfirmasi ke Anggota Dewan yang bersangkutan.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Meriah Erwin, mengatakan kepada media ini melalui pesan WhatsApp (WA) bahwa kekeliruan ini akan kita perbaiki dan terima kasih atas masukannya,” jawab Erwin singkat. (Tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.