Catatan Prima Muda: Jangan Mainkan Penderitaan Rakyat Demi Kepentingan Sendiri

Catatan  Oleh Prima Muda.

Ketua Taruna Merah Putih.

Bener Kelipah, Minggu 15 Maret 2026

Politik pada hakikatnya adalah jalan pengabdian kepada rakyat. Namun hari ini, kita harus jujur mengakui bahwa makna politik itu sering kali dipelintir oleh mereka yang hanya menjadikannya sebagai alat untuk meraih kekuasaan dan keuntungan pribadi. Politik yang seharusnya menjadi ruang perjuangan bagi kepentingan masyarakat justru kerap berubah menjadi panggung bagi segelintir orang yang sibuk menjaga kepentingannya sendiri.

Rakyat tidak butuh pidato yang indah. Rakyat tidak butuh janji yang berulang setiap musim politik. Rakyat membutuhkan keberanian dari para pemimpin untuk berdiri di pihak mereka, terutama ketika keadilan dipertaruhkan dan kepentingan masyarakat dipermainkan.

Kita melihat sendiri bagaimana dalam berbagai persoalan di tengah masyarakat, sering kali suara rakyat justru kalah oleh kepentingan yang lebih besar. Ketika harga kebutuhan melonjak, ketika pelayanan publik tidak berjalan sebagaimana mestinya, ketika hak-hak masyarakat terabaikan, terlalu sering kita menyaksikan banyak pihak memilih diam. Diam karena takut. Diam karena nyaman. Atau diam karena mereka sendiri menjadi bagian dari masalah itu.

Baca Juga  Ratusan Warga Ketol Demo Pemkab Aceh Tengah, Tuntut Penanganan Serius Pascabencana

Saya ingin menegaskan bahwa politik yang seperti itu bukanlah politik yang kita perjuangkan. Politik tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi mereka yang takut pada kebenaran. Politik juga tidak boleh menjadi alat untuk menutup mata terhadap penderitaan rakyat.

Partai ini lahir dari semangat perjuangan. Semangat untuk memastikan bahwa rakyat memiliki suara yang kuat dalam menentukan arah masa depan mereka sendiri. Karena itu, saya mengingatkan seluruh kader partai, dari tingkat paling bawah hingga yang memegang tanggung jawab besar, bahwa keberadaan kita di dunia politik harus memiliki tujuan yang jelas: memperjuangkan kepentingan rakyat tanpa kompromi.

Menjadi bagian dari perjuangan politik berarti siap menghadapi tekanan, kritik, bahkan serangan. Tetapi semua itu tidak boleh membuat kita mundur. Justru di situlah integritas kita diuji. Apakah kita tetap berdiri tegak membela rakyat, atau justru memilih jalan aman dengan mengorbankan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga  DPC PDI Perjuangan Bener Meriah Bersama Mantan Mentri Sosial Tri Rismaharini Kembali Turun Langusng Salurkan bantuan di Bener Meriah

Rakyat hari ini tidak lagi mudah dibodohi. Mereka melihat, mereka menilai, dan mereka menyimpan ingatan tentang siapa yang benar-benar berpihak kepada mereka dan siapa yang hanya muncul ketika kepentingan politik membutuhkan dukungan.

Saya percaya bahwa kekuatan terbesar dalam politik bukanlah jabatan, bukan pula kekuasaan yang besar. Kekuatan terbesar dalam politik adalah kepercayaan rakyat. Ketika kepercayaan itu dijaga dengan kejujuran dan keberanian, maka tidak ada kekuatan apa pun yang mampu meruntuhkan perjuangan tersebut.

Namun sebaliknya, ketika kepercayaan rakyat dikhianati, maka kekuasaan sebesar apa pun tidak akan mampu bertahan lama. Sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa rakyat pada akhirnya akan berdiri dan menuntut perubahan.

Karena itu saya ingin mengingatkan kepada siapa pun yang hari ini berada dalam posisi kekuasaan: jangan pernah bermain-main dengan kepentingan rakyat. Jangan pernah menganggap kesabaran masyarakat sebagai kelemahan. Kesabaran rakyat memiliki batas, dan ketika batas itu terlampaui, maka kemarahan publik akan menjadi kekuatan yang tidak mudah dibendung.

Partai ini tidak akan memilih jalan aman dengan menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang merugikan masyarakat. Kita harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus berani bersuara ketika ada ketidakadilan. Kita harus berani mengkritik ketika kebijakan tidak berpihak kepada rakyat.

Baca Juga  Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Perjuangan politik yang sejati bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi tentang siapa yang paling setia menjaga amanah rakyat. Jabatan boleh datang dan pergi. Kekuasaan bisa berganti dari waktu ke waktu. Tetapi kehormatan dalam membela rakyat adalah sesuatu yang harus dijaga sepanjang waktu.

Saya mengajak seluruh kader, simpatisan, dan masyarakat untuk tetap menjaga semangat perjuangan ini. Jangan pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Jangan pernah takut berdiri di pihak rakyat. Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling lama berkuasa, tetapi siapa yang paling berani membela rakyat ketika keadilan dipertaruhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *