Warga Desa Uning Mas  Berharap  Huntara Dibangun di Kampung Sendiri

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Bener Meriah – ( SJNews) Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, memilih tetap bertahan di kampung mereka meskipun adanya rencana  dari pemerintah untuk mendirikan hunian sementara (huntara) di desa lain. ( 27/01/2026 )

salah satu perwakilan  Warga  menilai Desa Uning Mas masih lebih aman untuk ditinggali serta memiliki fasilitas dan sumber penghidupan yang memadai. Mayoritas masyarakat menggantungkan ekonomi dari sektor perkebunan kopi yang letaknya berdekatan dengan permukiman dan saat ini telah memasuki masa mendekati panen.

READ  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Desa Gunung Sayang Berlangsung khidmat

Salah seorang warga Desa Uning Mas Hasan ( Nama Samaran ) kepada media ini  mengatakan, relokasi ke desa lain justru akan menyulitkan masyarakat karena harus berjauhan dari kebun kopi yang menjadi sumber utama pendapatan warga.

“Kami memilih bertahan karena kebun kopi dekat dan sekarang sudah mau panen serta perlu dijaga. Jalan sudah bagus, listrik sudah ada, dan air juga mudah didapat. Kalau kami dipindahkan, kami harus bolak-balik ke kebun dan itu butuh biaya besar,” ujar nya.

READ  SMA Negeri 1 Bukit Dikunjungi Perwakilan Visigo Academy

Ia menambahkan, apabila pemerintah tetap berencana membangun hunian sementara, masyarakat berharap pembangunan tersebut dilakukan di Desa Uning Mas, bukan di wilayah lain.

“Kalau memang huntara tetap mau dibangun, lebih baik dibangun di Desa Uning Mas saja, supaya kami tetap dekat dengan kebun dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu,” tambahnya.

READ  Bupati Ir. H. Tagore Abubakar Terima Kunjungan Tim BPK RI Perwakilan Aceh

Selain faktor ekonomi dan fasilitas, warga juga ingin mempertahankan sejarah berdirinya Desa Uning Mas yang telah menjadi tempat tinggal mereka secara turun-temurun.

Atas dasar itu, kami dari masyarakat Desa Uning Mas berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi warga dan mengambil kebijakan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan, tutupnya  – NG