LSM Garis Merah: Dugaan Penggunaan Dana BOS Asal-Asalan di SD Negeri Datu Derakal

oleh
oleh

Bener Meriah – Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah dalam bidang Pendidikan diduga menjadi ajang korupsi oleh Oknum Kepala Sekolah yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli akan dampak perbuatannya yang merugikan masyarakat dan Negara.

Dugaan penyalahgunaan penggunaan dana BOS ini terjadi di SD Negeri Datu Derakal, Pintu Rime Gayo (PRG), Bener Meriah, Aceh.

Dugaan tersebut dilihat dari hasil penelusuran awak media di lapangan sejak tahun 2023 hingga 2024 ini, dimana terlihat keadaan gedung sekolah sangat memprihatinkan, WC tidak berfungsi, cat dinding kelas banyak yang mengelupas, plafon kelas jebol di mana-mana dan tidak terdapat pagar sekolah sama sekali.

Dari hasil investigasi yang dilakukan tim Media Suarajurnalisnews.com dan LSM GARIS MERAH (02/7/24) menimbulkan sebuah dugaan kejanggalan penggunaan dana BOS, salah satu yang sangat mencolok ialah buruknya kondisi MCK serta rusaknya plapon gedung kelas yang ada di sekolah tersebut, sehingga menimbulkan kesan tidak terawat.

Zulfansyah yang akrab disapa Zul juga merupakan salah satu anggota LSM Garis Merah mengatakan jika indikasi penyimpangan dana BOS di SDN Datu Derakal Nampak sangat terlihat dari buruknya kualitas gedung dan pekarangan serta pasilitas sekolah tersebut.

“Kita semua faham bahwa sebagian Dana BOS tersebut bisa digunakan untuk perawatan dan rehab ringan sekolah tersebut agar tidak terkesan semrawut.”- sambungnya

“Untuk itu kami meminta kepada Aparat penegak hukum (APH) dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah agar mengaudit SPJ di SDN Datu Derakal ini, karena ada indikasi kepala sekolah tidak bisa atau tidak mau merawat sekolah dengan anggaran dana Bos. Karena penggunaan dana bos telah diatur berdasarkan juknis dan juklis Bos terkait penggunaannya,” – Tutup zulfansyah

No More Posts Available.

No more pages to load.